Nourishing the world's children for the best start in life

Untuk Ibu dan Calon Ibu List

 

Pada masa kehamilan, ibu sangat memerlukan lebih banyak waktu untuk beristirahat dan tidur. Tetapi di trimester akhir...

 

Placenta Previa adalah suatu kondisi komplikasi pada kehamilan, dimana letak plasenta menghalangi atau menutupi mulut rahim. Placenta Previa dapat mengancam keselamatan ibu dan meningkatkan resiko pendarahan sebelum atau selama persalinan. Placenta Previa juga dapat mengakibatkan janin berisiko lahir prematur. Apabila ditangani dengan cepat dan tepat, Placenta Previa tidak berakibat fatal untuk ibu dan janin.Berikut macam-macam Placenta Previa tegantung letaknya:

Macam-macam Placenta Previa:

  • Placenta Previa Totalis, apabila plasenta telah menutupi seluruh mulut rahim.
  • Placenta Previa Parsialis, apabila plasenta menutupi sebagian mulut rahim.
  • Placenta Previa Marginalis, apabila plasenta terletak di pinggir mulut rahim.

 

 

Penyebab terjadinya Placenta Previa karena adanya bekas luka pada rahim, kehamilan kembar (karena ukuran plasenta yang relatif lebih besar), usia kehamilan di atas 35 tahun, memiliki riwayat melahirkan dengan operasi caesar sebelumnya, memiliki riwayat operasi rahim.

 

Gejala yang ditimbulkan seperti pendarahan tanpa sakit (darah yang keluar berwarna merah segar), bagian terbawah janin tidak kunjung masuk rongga panggul, posisi janin melintang atau sungsang, terkadang ukuran janin lebih kecil dari usia kehamilan yang disebakan karena sirkulasi darah. Placenta Previa biasanya terjadi pada akhir trimester 2 kehamilan atau pada trimester 3 kehamilan. Placenta Previa jarang menunjukkan gejala pada trimester awal kehamilan.

Apabila, ibu hamil yang didiagnosa mengalami Placenta Previa hindari aktivitas yang terlalu melelahkan dan tetap mengkonsultasikan pada dokter mengenai langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan apabila terjadi kontraksi atau pendarahan.

 

Pada awal kehamilan ibu hamil pasti sangat familiar dengan pemeriksaan ultrasonografi (USG). Bahkan mungkin hampir setiap kunjungan ke dokter kandungan selama masa kehamilan, pasti dilakukan pemeriksaan fisik disertai dengan pemeriksaan USG. Walau pemeriksaan USG dianggap aman, ada baiknya pemeriksaan USG dilakukan sesuai kebutuhan saja. Bagi ibu yang kondisi kehamilannya normal dan sehat tidak dianjurkan terlalu sering melakukan pemeriksaan USG, atau cukup melakukan pada waktu awal kehamilan, usia kehamilan 11-14 minggu, usia kehamilan 18-23 minggu, dan pemeriksaan terakhir setelah mendekati persalinan atau pada kehamilan yang lewat waktu. Perkembangan zaman membuat pemeriksaan USG semakin populer di kalangan ibu hamil.

 

Alat USG semakin berkembang dari waktu ke waktu yaitu USG 2D, 3D, dan 4D. Untuk mengetahui jenis-jenis USG, simak penjelasan di bawah ini:

USG 2 Dimensi
Dengan USG 2D, gambar janin tampak terlihat datar, hanya satu sisi saja, dan garis besar saja. USG 2D juga dapat melihat organ internal janin. Gambar yang muncul terlihat samar-samar, tetapi gerakannya dapat terlihat dengan jelas.

USG 3 Dimensi
Gambar yang dihasilkan akan lebih detil dan lebih mudah dimengerti. USG 3D dapat mendeteksi apakah si kecil mengalami kelainan bawaan (jantung, tulang, bibir, plasenta dan alat kelamin).

USG 4 Dimensi
Gambar yang dihasilkan tampak lebih jelas, detail, dan akurat. Dengan USG 4D, ibu dapat melihat aktifitas si kecil, seperti menghisap jari, menguap, atau hanya memainkan jarinya. Apabila ada kelainan pada janin USG 4D mampu menditeksi lebih dini, sehingga dokter dapat melakukan tindak lanjut yang lebih terarah.

 

Stretch marks adalah garis-garis berwarna merah muda, ungu, coklat kemerahan, coklat tua atau putih tergantung pada warna kulit anda yang terjadi akibat adanya peregangan kulit yang melampaui batas elastisitasnya. Stretch marks pada umumnya terjadi pada ibu hamil dan muncul pada bagian perut, paha, atau payudara. Stretch marks sudah pasti sangat mengganggu penampilan dan membuat kulit ibu hamil menjadi tidak mulus.

 

Stretch marks biasanya berkurang, memudar dan kemudian menjadi hilang setelah beberapa bulan si kecil lahir. Tetapi tidak jarang, peregangan kulit ini menimbulkan robekan di jaringan bawah kulit sehingga Stretch marks sulit untuk hilang. Berikut cara-cara meminimalkan Stretch marks:

  • Menghindari kenaikan berat badan berlebihan saat hamil.
  • Meningkatkan elastisitas kulit, dengan memperbanyak mengkonsumsi sayur dan buah.
  • Tetap menjaga kelembaban kulit, pada bagian perut, paha dan payudara. Minyak zaitun dapat menjadi pilihan anda untuk melembabkan kulit.
  • Gunakan baju yang mudah menyerap keringat (dari bahan katun dan kaus) dan cukup longgar untuk mengantisipasi keringat yang berlebihan. Keringat yang berlebihan dapat menyebabkan kulit gatal dan memicu ibu untuk menggaruknya.
  • Bersihkan area Stretch marks dengan body scrub sebelum mandi. Pemakaian dua kali seminggu dapat melembutkan kulit dan menyamarkan guratan.
  • Mengoleskan krim anti Stretch marks sejak awal kehamilan. Sebelum menggunakan krim ini, tanyakanlah ke dokter kandungan anda.
  • Operasi laser (Stretch marks laser surgery), walau operasi ini tergolong tindakan yang ringan, sebaiknya ibu mengkonsultasikannya dulu dengan dokter.

 

Memberikan yang terbaik untuk anak merupakan kewajiban bagi setiap orang tua. Begitu pula pada saat memilih tempat bersalin. Memilih tempat bersalin menjadi hal yang sangat perlu dipertimbangkan dengan cermat. Pada saat usia kelahiran telah memasuki trimester ketiga, ada baiknya ibu dan ayah sudah berdiskusi mengenai rumah bersalin yang akan dipilih. Berikut tips cermat untuk memilih tempat bersalin:

 

Sesuaikan dengan anggaran
Menentukan pilihan tentu harus sesuai dengan kondisi financial. Cermati betul, berapa perincian biaya melahirkan disana. Seperti biaya melahirkan, kamar (fasilitas rawat inap), kemungkinan tindakan pembedahan (operasi Caesar).

Fasilitas
Cermati jumlah dokter kandungan yang siap jaga, jumlah bidan, anestesi, dan jumlah dokter anaknya. Ada baiknya dokter yang menangani ibu selama kehamilan, praktik di tempat bersalin yang akan dipilih nantinya. Apabila dokter kandungan anda tidak praktik disana mintalah surat dari dokter kandungan anda. Pilihlah tempat bersalin yang memiliki fasilitas rooming-in dan fasilitas konsultasi laktasi.

Antisipasi keadaan darurat
Lakukan pengecekan akan tersedianya ambulan, ruang operasi, Intensive Care Unit (ICU), Neonatal Intensive Care Unit (NICU).

Suasana Cermati kebersihan secara keseluruhan dari tempat bersalin tersebut, perhatikan akan jumlah dan keadaan kamar yang tersedia.

Jarak
Usahakan jarak dari rumah ke tempat bersalin relatif dekat dengan rumah agar mudah untuk dijangkau.

 

Ada beberapa alternatif yang dapat dipilih untuk tempat bersalin, diantaranya:

Rumah Bersalin.
Rumah bersalin yang baik biasanya dilengkapi peralatan yang memadai untuk persalinan per vaginam (persalinan normal ataupun dengan bantuan seperti forsep). Biasanya, biaya melahirkan di rumah bersalin lebih murah dibandingkan dengan Rumah Sakit Bersalin.

Rumah Sakit Ibu dan Anak atau Rumah Sakit Bersalin.
Tempat bersalin ini khusus untuk menangani masalah persalinan dan kesehatan ibu dan anak. Biasanya ruang bersalinnya lebih lengkap dibandingkan di rumah bersalin biasa.

Rumah Sakit Umum.
Rumah sakit umum merupakan tempat berobat untuk semua jenis penyakit dan setiap orang dapat mendatanginya. Bagian kebidanan hanya salah satu dari bagian untuk mengobati penyakit yang berhubungan dengan kandungan termasuk untuk persalinan. Rumah sakit umum, biasanya dilengkapi dengan ruang operasi dan Intensive Care Unit (ICU).

 

Kolostrum adalah kandungan dalam ASI pertama yang dihasilkan oleh kelenjar susu ibu. Kolostrum dapat disebut juga dengan istilah pra-susu. Pada umumnya, saat ibu memasuki usia kehamilan trimester kedua payudara ibu sudah mulai memproduksi kolostrum yang berwarna kekuningan, tetapi semakin dekat dengan persalinan, warnanya akan berubah menjadi pucat dan hampir tidak berwarna.

Kolostrum mengandung zat kekebalan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi terutama diare. Jumlah kolostrum yang dihasilkan bervariasi tergantung dari hisapan si kecil di hari-hari pertama kelahirannnya.

Konsumsi kolostrum pada bayi yang baru lahir sangatlah penting karena mengandung semua protein dan vitamin yang dibutuhkan si kecil serta berguna untuk membersihkan sisa metabolisme bayi selama bayi masih berada di dalam kandungan. Kolostrum pada ASI juga berguna untuk mengurangi kelebihan bilirubin yang biasanya menyebabkan bayi “kuning”. Di dalam kolostrum juga terdapat zat yang mengandung antibodi yang disebut immunoglobulin.

 

Janin dikatakan sungsang apabila kehamilan telah memasuki minggu 32 tetapi posisi kepala janin belum berada dijalan lahir, dan justru kaki atau bokongnya yang lebih dekat dengan jalan lahir. Pada minggu 32 ini rahim ibu semakin terasa sempit untuk si kecil sehingga menyebabkan si kecil susah untuk melakukan pergerakan. Keadaan seperti ini menjadi salah satu hal yang sangat dikhawatirkan oleh sebagian besar wanita hamil.

 

Posisi janin sungsang dapat diketahui lewat pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan akan lebih baiknya apabila ibu mengetahui posisi janin anda sudah berada dalam posisi normal atau sungsang. Berikut ada tiga tipe posisi janin sungsang, yakni:

Frank breech, bokong janin berada dibawah, kedua tungkai terangkat ke atas hampir menyentuh telinga, posisi janin hampir sejajar dengan bahu atau kepala.

Complete breech, atau sungsang sempurna, bokong janin berada diatas mulut rahim sementara kedua kaki terlipat sempurna, menghadap ke atas sejajar dengan telinga. Sekilas janin seperti dalam posisi jongkok.

Incomplete breech, atau sungsang tidak sempurna jika satu kaki janin berada diatas dan kaki lainnya berada dibawah.

 

Penyebab janin sungsang sampai saat ini belum diketahui, tetapi janin sungsang banyak ditemukan pada kasus kehamilan seperti janin kembar, Ibu pernah melahirkan bayi premature, air ketuban terlalu banyak sehingga bayi bebas berputar, mengalami plasenta previa, dan panggul sempit.

 

Untuk menghindari terjadinya posisi janin sungsang, sebaiknya Ibu:

  • Sejak usia kehamilan 32 minggu disarankan untuk sering merangkak. Posisi merangkak akan menstimulasi janin dalam kandungan dan diharapkan akan membuat posisi janin berubah.
  • Ibu juga dapat mempertimbangkan dan mengkonsultasikan kemungkinan tindak Ecternal Cephalic Version (ECV) kepada dokter kandungan. Tindakan ECV adalah langkah tenaga medis untuk mengubah posisi bayi yang sungsang dengan cara pemijatan perut. Namun, tindakan ECV akan beresiko bagi janin karena janin dapat kekurangan suplai oksigen. Selain itu juga akan menimbulkan rasa sakit.